Minggu, 23 Desember 2012

PERENCANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI



1.               Pengertian Program Kegiatan Pembelajaran Anak Usia Dini
Program pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik/atau sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Acuan menu pembelajaran pada pendidikan anak usia dini adalah rencana dari pengaturan kegiatan pengembangan dan pendidikan yang dirancang sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan. Selanjutnya disingkat menjadi menu pembelajran. Menu pembelajaran generik adalah program pendidikan anak usia dini secara holistik yang dapat dipergunakan dalam memberikan layanan kegiatan pengembangan dan pendidikan pada semua jenis program yang ditujukan bagi anak usia dini.
Pengembangan anak usia dini adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat atau pemerintah untuk membantu anak usia dini dalam mengembangkan potensinya secara holistik baik aspek pendidikan, gizi maupun kesehatan.

2.               Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Anak Usia Dini
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan belajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum menjadi bahan baku dalam pembelajaran atau proses belajar mengajar. Adapun prinsip-prinsip pengembangan:
1.      Bersifat komprehensif
Kurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkan perkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan. Ketika kurikulum tidak bersifat komprehensif, maka proses pembelajaran terancam tidak bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan. Proses pembelajaran menjadi tanpa arah dan tujuan.
2.      Secara bertahap
Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yang tepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Oleh karena itu, beberapa pendekatan dan konsep yang ditawarkan oleh beberapa ilmuan atau pemerhati masalah pendidikan, baik dalam maupun luar negeri, bisa dijadikan bahan acuan jika itu baik dan bisa memajukan pendidikan.
3.      Mengembangakan standar kompetensi anak
Kurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkan kompetensi anak. Standar kompetensi sebagai acuan dalam menyiapkan lingkungan belajar anak. Apabila sebuah kurikulum tidak bisa mengembangkan kompetensi anak, maka kurikulum tersebut perlu ditinjau ulang.

3.                Program Pembelajaran untuk Kelompok Bermain
1.      Tujuan pembelajaran bertujuan mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk masa depannya dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta secara khusus bertujuan:
a.       Anak mampu mengenal dan percaya Tuhan, melakukan ibadah, mengenal ciptaan tuhan dan mencintai sesama.
b.      Anak memiliki nilai moral, sikap dan budi pekerti yang baik.
c.       Anak mampu mengelola dan mengelola dan mengontrol keterampilan tubuh termasuk gerakan halus dan gerakan kasar serta mampu menerima rangsangan sensorik (pancaindera).
d.      Anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif yang bermanfaat untuk berfikir dan belajar.
e.       Anak mampu berfikir kreatif, logis, kritis, memberi alasan, memecahkan masalah dan menemukan sebab akibat.
f.       Anak memiliki keterampilan hidup (life skill) untuk membentuk kemandirian anak.
g.      Anak mampu mengenai lingkungan alam, lingkungan sosial dan budaya, serta mampu mengembangkan konsep diri, rasa memiliki dan sikap positif terhadap belajar.
h.      Anak memiliki kepekaan terhadap irama, nada, birama, berbagai bunyi, bertepuk tangan serta menghargai hasil karya yang kreatif.


2.      Perencanaan program pembelajaran
Program pembelajaran adalah susunan kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun pembelajaran. Kegiatan yang harus disusun dan ditetapkan meliputi sesuai dengan sistem semester, ada tiga macam perencanaan kegiatan bermain di kelompok bermain, yaitu:
a.       Perencanaan tahunan dan semester
b.      Perencanaan kegiatan bermain mingguan dan harian
Kegiatan bermain mingguan dan harian disusun berdasarkan perencanaan tahunan dan semester. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan ditetapkan meliputi:
1.      Tema kegiatan
2.      Kelompok yang akan melakukan kegiatan bermain
3.      Semester dan tahun ajaran
4.      Jumlah waktu
5.      Hari dan tanggal pelaksanaan
6.      Jam pelaksanaan
7.      Tujuan kegiatan bermain
8.      Materi yang akan dimainkan sesuai dengan tema
9.      Bentuk kegiatan bermain
10.  Setiing lingkungan
11.  Bahan dan alat yang diperlukan dalam bermain
12.  Evaluasi perkembangan anak
c.       Perencaan persiapan jenis permainan
Perencanaan persiapan jenis permainan adalah segala sesuatu yang diperlukan sebelum melaksanakan proses kegiatan bermain.

4.                Pengertian dan Penggunaan Metode Bagi Anak TK
Para ahli pendidikan anak berpendapat bahwa pendidikan TK merupakan pendidikan yang dapat membantu menumbuh kembangkan anak dan pendidikan dapat membantu perkembangan anak secara wajar. Pada hakikatnya pendidikan TK/usia dini adalah pemberian upaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh, dan menyediakan kegiatan pembelajaran yang akan menghasilkan kemampuan dan keterampilan pada anak. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah upaya untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

1.      Pengertian metode pendidikan taman kanak-kanak
Seorang guru taman kanak-kanak sebelum melaksanakan program kegiatan belajar terlenih dahulu perlu memperhatikan tujuan program kegiatan belajar anak taman kanak-kanak dan ruang lingkup program kegiatan belajar anak TK.
Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan. Metode dipilih berdasarkan strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditetapkan. Metode merupakan cara, yang dalam bekerjanya merupakan alat untuk mencapai tujuan kegiatan.
2.      Penggunaan metode di taman kanak-kanak
Keterampilan yang hendak dikembangkan melalui berbagai program kegiatan dapat dibedakan atas pengembangan keterampilan kognitif, bahasa, kreativitas, motorik, dan emosi serta pengembangan sikap hidup. Untuk mengembangkan berbagai keterampilan itu, dapat kita pilih metode yang paling cocok untuk masing-masing.
Tema adalah kerangka bahasan untuk mengenalkan berbagai konsep, sehingga anak mampu mengenal dan membangun konsep secara utuh, mudah dan jelas. Pemilihan tema dapat berdasarkan pada:
1.      kehidupan terdekat anak
2.      minat anak atau kecenderungan anak
3.      permasalahan yang dihadapi
4.      pengalaman atau pengetahuan yang sudah dimiliki anak
5.      ketersediaan sumber yang dapat dipelajari dan diamati anak (orang, tempat yang dapat dikunjungi, buku-buku tentang tema)
6.      ketersediaan berbagai media atau alat yang dapat dimainkan anak secara mandiri atau dengan sedikit bantuan kader/pendidik
7.      mendukung perkembangan kemampuan moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional, dan kemandirian, bahasa, kognitif, fisik/motorik dan seni
8.      mengembangkan
9.      mengembangkan kosa kata anak, dan
10.  nilai, kepercayaan, budaya yang berlaku di masyarakat.
Berdasarkan uraian tersebut di atas penentuan tema harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi dan tidak dibakukan. Seringkali pendidik PAUD terjebak harus menyelesaikan tema. Tema pada dasarnya hanya sebuah media yang membungkus konsep. Bungkus ini dapat diganti atau diubah, yang penting kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan.
Tema yang dipilih hendaknya tema-tema yang menarik, yang menntang dan yang bermakna bagi anak. Untuk memnuhi kriteria-kriteria tersebut, sebaiknya tema itu berkaitan langsung dengan diri anak dan lingkungannya (Gardon dan Browne dalam Moeslichton, 2004:13). Sesuai dengan pandangan Departeman Pendidikan dan Kebudayaan (1994) sendiri telah melaksanakan program kegiatan bagi anak TK dan tidak tertutup kemungkinan bagi guru untuk mengembangkan tema sendiri.
a.       Tema Aku
b.      Tema Pancaindera
c.       Tema Makanan Dan Minuman
d.      Tema Pakaian
e.       Tema Kebersihan
f.       Tema Binatang
g.      Tema Tanaman
h.      Tema Kendaraan
i.        Tema Pekerjaan
j.        Tema Rekreasi
k.      Tema Air, Udara, Dan Api
l.        Tema Negara
m.    Tema Alat Komunikasi
n.      Tema Gejala Alam
o.      Tema Tata Surya
p.      Tema Kehidupan Kota, Desa, Pesisir, Dan Pegunungan




DAFTAR PUSTAKA

Rita Kurnia. 2010. Program Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Pekanbaru: Cendikia Insani.

Asef Umar. 2010. Sukses Menjadi Guru TK-PAUD. Yogyakarta: Bening.

Soemiarti. 2003. Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: Rineka Cipta.

Trianto. 2011. Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik. Jakarta: Kencana.

Moeslichatoen.2004. metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar